Menuju Desa Robek
Minggu, 18 Desember 2011 Pagi itu terasa beda, rasa deg-degan semakin bertambah. Setelah dua malam saya menginap di rumah Bapak Hubertus, saya akan menuju tempat mengajar. ”Ngeri” juga mendengar penuturan Pak Huber mengenai situasi tempat mengajar. Katanya sinyal hp tidak ada, jalan menuju sana jelek, dan tidak ada listrik. Mendengar penuturan beliau semakin membuat saya meremehkan diri sendiri, apakah saya bisa?... Pak Huber menyuruh kami (saya dan Pak Suko) untuk menunggu mobil yang akan mengantarkan kami menuju daerah mengajar. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya sekitar tengah hari mobil yang di maksud datang. Alangkah terkejutnya saya ketika yang di sebut mobil jemputan itu adalah sebuah truk. Saya mencoba untuk tetap bersikap ”sok” biasa di depan pak Huber, padahal dalam hati saya terasa menyedihkan. Ya, alat transportasi utama yang menuju daerah saya mengajar adalah sebuah truk yang di modifikasi menjadi sebuah mobil penumpang sekaligus barang-barang. Di d...