Posts

Menuju Desa Robek

Image
Minggu, 18 Desember 2011 Pagi itu terasa beda, rasa deg-degan semakin bertambah. Setelah dua malam saya menginap di rumah Bapak Hubertus, saya akan menuju tempat mengajar. ”Ngeri” juga mendengar penuturan Pak Huber mengenai situasi tempat mengajar. Katanya sinyal hp tidak ada, jalan menuju sana jelek, dan tidak ada listrik. Mendengar penuturan beliau semakin membuat saya meremehkan diri sendiri, apakah saya bisa?... Pak Huber menyuruh kami (saya dan Pak Suko) untuk menunggu mobil yang akan mengantarkan kami menuju daerah mengajar. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya sekitar tengah hari mobil yang di maksud datang. Alangkah terkejutnya saya ketika yang di sebut mobil jemputan itu adalah sebuah truk. Saya mencoba untuk tetap bersikap ”sok” biasa di depan pak Huber, padahal dalam hati saya terasa menyedihkan. Ya, alat transportasi utama yang menuju daerah saya mengajar adalah sebuah truk yang di modifikasi menjadi sebuah mobil penumpang sekaligus barang-barang. Di d...

Tiba di Manggarai dan Sekolah Penempatan

Catatan ini berdasarkan catatan harian saya Jumat, 16 Desember 2011 Hari itu masih ingat bagaimana dinginnya kota Ruteng. Pagi-pagi sudah antri mandi. Jujur air di sana adalah air terdingin yang pernah buat mandi saya. Sangat dingin, seperti es yang mencair. Itu adalah pagi pertama saya di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Suasana pagi yang dingin di sambut mentari yang cukup menghangatkan badan saat itu. Pemandangan alam di sekitar penginapan yang luar biasa juga menambah semangat Pernah makan nasi merah? Ya, saat itu saya pertama kali makan nasi merah. Pasti ini saya yang kampungan, karena tidak pernah makan nasi merah. Tapi tak apalah, bagaimana dengan kamu, pernah/tidak? Katanya sih nasi merah merupakan tradisi penghormatan orang sana untuk menjamu para tamu. Rasanya sedikit aneh buat saya, apalagi dengan rempah-rempah yang terasa asing di lidah saya. Sarapan yang lumayan berkesan sampai sekarang. Oh iya, malam itu saya menginap di sebuah temp...

Kisah Mencari Udang dan Kepiting di NTT

Cerita ini saya ambil dari catatan harian saya selama saya mengajar di NTT. Selasa, 10 April 2012. Setelah seharian beraktivitas di sekolah, sore hari badan terasa sedikit pegal-pegal. Seperti biasanya, sore hari ada beberapa siswa saya yang datang ke kontrakan saya. Saya senang jika mereka mau main ke kontrakan saya. Saya agak merasa bebas di kontrakan tersebut karena saya mengontrak sendiri tanpa ada yang punya rumah, hanya ada beberapa siswa yang menemani saya. Terkadang mereka belajar, sekadar main, atau juga menginap di tempat saya dan ada yang cuma mengajak saya mengobrol. Topik pembicaraan yang biasa kami perbincangkan paling sering adalah tentang aktivitas di sekolah, terutama cerita-cerita lucu yang terjadi di sekolah. Saya kadang menjadi moderator, agar antar siswa tidak terjadi keributan dan mau menang sendiri. Menurut pengamatan saya, murid saya cenderung memiliki emosi yang tinggi. Namun demikian, kami sering tertawa lepas dengan cerita-cerita yang merek...